Filosofi Twin Tower UIN Sunan Ampel Surabaya secara visual dakwah filsafat komunikasi

April, 30 2004

 

 


 

 

Twin Tower UIN Sunan Ampel Surabaya tidak hanya menjadi sebuah struktur fisik yang menghiasi wilayah universitas, tetapi juga menjadi pusat komunikasi dakwah yang menggambarkan filosofi dan nilai-nilai dalam Islam melalui berbagai aspek komunikasi. Dalam perspektif dakwah filsafat komunikasi, bangunan ini menghadirkan banyak pelajaran yang menarik dengan pesan visual yang kuat. Setiap detail dari Twin Tower UIN Sunan Ampel Surabaya mengandung simbolisme yang mendalam dalam konteks dakwah. Ketinggiannya yang menjulang tinggi melambangkan keunggulan Islam, sementara bentuknya yang menyerupai menara memperingati nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi dari pendidikan di institusi tersebut

 

Bangunan ini juga menjadi simbol keterbukaan dan dialog dalam dakwah. Sebagai pusat pendidikan tinggi Islam, Twin Tower UIN Sunan Ampel Surabaya mengundang berbagai kalangan untuk berinteraksi, berdiskusi, dan memperluas pemahaman tentang Islam. Melalui berbagai kegiatan akademik dan sosial, komunikasi yang terjadi di dalamnya menjadi sarana untuk membangun pemahaman yang inklusif dan toleran.

 

Pembangunan Twin Towers mencerminkan beberapa filosofi, termasuk modernisme dalam arsitektur yang menekankan pada kesederhanaan bentuk, simbol kembaran untuk menunjukkan kesetaraan dan keseimbangan, sebagai simbol modernisasi dan kemajuan  Universitas. Selain itu, struktur ini juga bisa menjadi representasi dari ambisi untuk menempatkan suatu ladang pendidikan sebagai pemimpin regional atau global dalam sektor tertentu. Twin Towers memiliki makna simbolis yang mendalam. Bangunan ini mewakili paradigma islamisasi nalar dan integrasi keilmuan, menghubungkan ilmu agama dengan ilmu-ilmu lain.

 

Paradigma Integrasi Twin Towers ialah al-Qur’an serta al-Hadis, keduanya merupakan basis epistemologi keilmuan, setelahnya  simbol  menara  terdiri  dari  ilmu  keislaman  murni  serta  terapan  (tafsir, Hadis,  Illmu  Fiqih,  Ilmu  Kalam,  Tasawuf,  Ilmu  Dakwah,  Ilmu  Trabiyah,  dsb). Setelah itu menara lainnya mendefinisikan keilmuan yang sifatnya kealaman, ilmu sosial, serta  humaniora  (ilmu  fisika,  ilmu  kimia,  antropologi,  sosiologi,  politik, sejarah,  psikologi,  filsafat). Setelah itudipuncaknya terdapatgaris penghubung antara menarasatu dengan yang lain merupakanintegrasiantara dua disiplin ilmu. Sehingga  melahirkankajian  baru seperti  psikologi  ahama,sosiologi  agama, antropologi  agama, politik  Islam, ekonomi  Islam,  dan  seterusnya.

 

Twin Tower UIN Sunan Ampel Surabaya bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga manifestasi dari filosofi dan nilai-nilai dakwah dalam komunikasi. Melalui simbolisme, dialog, teknologi, dan kearifan lokal, bangunan ini menjadi sarana untuk menyebarkan pesan Islam yang inklusif, toleran, dan relevan dengan zaman. Dengan demikian, Twin Tower UIN Sunan Ampel Surabaya menjadi bukti nyata bagaimana komunikasi dapat menjadi sarana untuk menyampaikan dakwah dan memperkuat nilai-nilai agama dalam masyarakat.

 

 

 

Oleh : Azha Putri A.

 

 

Komentar